Obituari untuk salah satu
penulis terbaik yang
pernah saya kenal.

IN MEMORIAM

Yoga Wisesa

(1988 - 2020)

ini adalah judul draft artikel terakhir yang masih tersimpan di CMS web tempat kamu menuliskan karya kamu. "Ghost of Tsushima dan The Last of Us Part II Akhirnya Dapatkan Tanggal Rilis Pasti".

"Ghost of Tsushima juga tidak kalah ambisius. Dalam menyuguhkan pengalaman bermain yang autentik, tim Sucker Punch betul-betul berpegang pada sejarah".

Kalimat di atas adalah kalimat terakhir yang masi sempat kamu tulis, sebuah kalimat yang menanti untuk kamu selesaikan jadi artikel yang biasa kita baca di situs ini, tulisan yang selalu saya nantikan, karena tulisan kamu adalah salah satu tulisan terbaik dari tim saya selama 10 tahun saya mengelola editorial DailySocial dan Hybrid.

Yog, kamu bahkan belum membubuhkan koma atau tanda titik, tulisan itu menunggu untuk menjadi sebuah karya yang, saya tau kamu selalu bangga untuk membuatnya.

Harapan saya yang selalu disematkan setiap berdoa, adalah untuk kamu kembali segar, hilang dari rasa sakit dan bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

Tapi, semua kini sudah berakhir. kamu tidak pernah memperlihatkan rasa sakit di depan saya, dan anak-anak kantor, kamu selalu ceria, bercanda dan terlihat bahagia. Dalam setiap pesan yang kamu kirimkan juga tidak pernah ada keluhan, kamu malah selalu meminta maaf jika tidak bisa menulis karena kondisi badan.

Saya ingat, saya selalu menggunakan sosok kamu sebagai salah satu penulis yang berkembang pesat setiap saya membutuhkan contoh, tulisan review kamu selalu saya jadikan rujukan jika ada penulis saya yang membutuhkan contoh bagaimana membuat sebuah karya tulis teknologi, gadget, gaming atau review lain tetapi dengan keunikan alur dan cara menyampaikan yang sangat menyenangkan.

Kamu adalah keluarga saya di kantor ini Yoga, kamu jadi salah satu anggota tim terlama di tim saya. I know i may not always be a good boss. Saya sering kali take it for granted, padahal deep inside, saya tau, you are one of best writer i ever had.

Saya masih selalu inget pertama kali kita ngobrol secara langsung, di bandara, pulang liputan dari luar negeri. Dari situ perjalan kita berlanjut, kamu mulai belajar mengerti karakter media online, mempertahankan karakter tulisan gaya media cetak, mengembangkan kualitas foto liputan jadi paling bagus di tim.

Saya akan selalu ingat ketika saya tidak berhasil membuat kamu mereview game mobile, karena tentu saja anak PC pantang main game henpon. Lelucon yang sebenarnya adalah pujian, bahwa tulisan kamu memang lebih layak membahas game triple A yang kompleks, penuh cerita, penuh kisah yang harus dibahas secara mendalam.

Yog, saya akan kehilangan tulisan kamu. Saya akan merasa kehilangan sosok kamu Yoga...

Tapi, sekarang sakit kamu sudah sembuh Yog, sembuh untuk selamanya. Selamat tinggal teman, selamat tinggal sahabat terbaik. You will be missed.

PS: Semoga Dastan bisa merasakan, bahwa dia punya ayah yang hebat, ayah yang baik, ayah yang bisa jadi teladan. Semoga dia jadi anak sebaik kamu ya Yoga Wisesa.