Dark
Light

Buka Concept Store Pertama di Hong Kong, Razer Siap Jajaki Ranah Mobile Gaming

1 min read
June 20, 2017

Nama Razer tak bisa dipisahkan dari PC. Bagaimana pun juga, platform inilah yang melambungkan kepopularitasannya hingga Razer menjadi salah satu brand gaming paling prestisius. Dan tak hanya di PC, perusahaan pimpinan Min-Liang Tan itu juga sudah lama mencoba ekspansi ke segmen gaming lain seperti mobile dan console lewat Junglecat sampai Thresher Ultimate.

Namun baru belakangan ini sang perusahaan periferal asal Amerika itu menunjukkan keseriusannya dalam mempenetrasi ranah mobile gaming. Berkolaborasi bersama perusahaan telekomunikasi Three Group, Razer membuka concept store pertama di Hong Kong di hari Sabtu kemarin. Store tersebut merupakan gerai RazerStore keenam di dunia, setelah sebelumnya diresmikan di Shanghai, Taipei, Bangkok, Manila, dan San Francisco.

Kerja sama mereka tak berhenti sampai di sana. Razer dan Three kabarnya akan menggarap perangkat bergerak baru dengan misi ‘mengganggu’ pasar mobile, meski sang produsen memang belum menjelaskan seperti apa produk anyar dan rencana mereka selanjutnya. Selain hardware, kedua perusahaan juga bersama-sama akan menawarkan layanan khusus para penggemar game mobile.

Hal ini bukanlah kabar mengejutkan. Dalam beberapa waktu ke belakang, Razer telah melakukan banyak persiapan: di tahun 2015, mereka membeli Ouya, dan memanfaatkan asetnya dalam menyajikan Forge TV. Dan baru di bulan Januari 2017 kemarin, perusahaan mengakuisisi tim pencipta smartphone Robin, Nextbit senilai US$ 1,3 juta. Selain ada peluang besar Razer punya agenda melepas perangat bergerak, tak tertutup kemungkinan mereka berniat menyiapkan platform gaming-nya.

Dari penjelasan CEO Min-Liang Tan pada South China Morning Post, pasar gaming masih menyimpan potensi yang sangat besar. Dalam waktu tiga tahun terakhir saja, Razer berhasil mengapalkan hardware senilai lebih dari US$ 1 miliar, dan angka ini belum termasuk keuntungan dari segmen mobile game.

“Saat pertama kali kami melihat pasar laptop gaming, belum ada produk atau layanan yang tersuguh optimal buat para gamer,” tutur Tan pada SCMP. “Situasi serupa terjadi sekarang. Saya belum melihat adanya perangkat mobile maupun software platform yang betul-betul dapat memenuhi kebutuhan pemain. Artinya, masih terbuka kesempatan besar untuk ‘men-disruptmarket.”

Dibukanya RazerStore di jantung kota Hong Kong (tepatnya di Causeway Bay) sendiri dimaksudkan untuk memperkokoh cengkeraman mereka di kawasan Tiongkok dan sekitarnya. Buat saat ini, Razer merupakan brand eSport terbesar di China.

Sumber tambahan: The Business Times.

Previous Story

Platform Social Commerce “The Shonet” Resmi Meluncur, Sasar Perempuan Millennial

Next Story

YouTube Tahu ke Arah Mana Kita Memandang Saat Menonton Video 360 Derajat

Latest from Blog

Don't Miss

Pentingnya Industri Telekomunikasi untuk Kembangkan Industri Game dan Esports

Nilai dari industri game meroket selama pandemi COVID-19. Bahkan setelah
Razer x PUBG

Razer dan PUBG Umumkan Kolaborasi Keren

Menjadi salah satu pionir game battle-royale, PUBG: Battlegrounds memang terus